KKL Museum Geologi Bandung

Posted: Desember 26, 2011 in Tugas Kuliah
Tag:, , , , , , , , ,

Jadawal kunjungan pertama  kami di Bandung adalah menuju Objek Wisata Tangkuban Perahu. Gunung Tangkuban Perahu terletak sekitar 30 km di utara Kota Bandung. Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Gunung ini menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang menarik di Jawa Barat. Lingkungan alamnya yang sejuk, dan sumber mata air panas di kaki-kaki gunungnya. Deretan kawah yang memanjang, menjadi daya tarik tersendiri. Tangkuban Perahu sebenarnya adalah gunung berapi. Dinamakan tangkuban perahu karena bentuknya yang menyerupai perahu yang terbalik. Udara yang sangat dingin membuat kami harus memakai baju hangat untuk menghangatkan tubuh. Di atas gunung kami disuguhkan pemandangan yang indah dari gunung tangkuban perahu,,disamping berbagai fasilitas penunjangnya seperti menaiki kuda untuk berkeliling serta banyaknya pedagang yang menjajakkan cenderamata khas bandung.

Setelah dari tangkuban perahu perjalanan pun dilanjutkan menuju Museum Geologi Bandung. Museum yang terletak  Jl. Diponegoro No. 57 ini didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850. berbagai koleksi benda-benda geologi.Kurang lebih, ada 60.000 koleksi fosil, dan 250.000 koleksi batuan serta mineral. Untuk menambah daya tariknya, MGB juga memajang kerangka tiruan T-Rex (Tyranosaurus Rex) yang dibuat di Kanada tahun 1998. Reptil bertinggi lebih dari lima meter tersebut sampai kini cukup menyedot banyak pengunjung, terutama anak-anak yang tertarik pada dinosaurus. Tak terkecuali, fosil-fosil hewan maupun manusia purba yang ditemukan di tanah air juga menjadi koleksinya.

Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitifpun belum ditemukan. Beberapa milyar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah mulai tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa jenis tumbuhan bersel-tunggal, yang keberadaannya terekam dalam bentuk fosil.

Kumpulan fosil tengkorak manusia purba yang ditemukan di Indonesia (Homo erectus P. VIII) dan di beberapa tempat lainnya di dunia terkoleksi dalam bentuk replikanya. Begitu pula dengan artefak yang dipergunakan, yang mencirikan perkembangan kebudayaan purba dari waktu ke waktu. Penampang stratigrafi sedimen Kuarter daerah Sangiran, Trinil dan Mojokerto (Jawa Timur) yang sangat berarti dalam pengungkapan sejarah dan evolusi manusia purba diperagakan dalam bentuk panel dan maket.

Kami semua pun berkeliling mengamati semua benda yang ada di dalam museum dan mencatatnya sebagai bahan laporan yang ditugaskan kepada kami. Banyak sekali informasi yang kami peroleh disana tentang asal usul manusia dari jaman purba hingga masa sekarang, kemudian proses terjadinya bumi ini, informasi tata surya kita, kemudian berbagai macam mineral yang terkandung di dalam bumi kita, serta pemanfaatannya untuk keperluan manusia, dan masih banyak informasi-informasi lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s